Penganut Islam Lebih Mudah Menerima Adanya UFO dan Alien
Tanpa bermaksud mengurangi penghormatan
saya terhadap penganut agama-agama lain (yang saya memang tidak atau
kurang memiliki pengetahuan tentang ajaran-ajarannya), menurut
saya, penganut Islam SEHARUSNYA lebih mudah untuk menerima kehadiran UFO
dan Alien.
Mengapa? Karena dalam kitab suci Al-Quran
jelas-jelas Allah SWT menyatakan keberadaan makhluk-makhluk cerdas lain
selain manusia, yang salah satunya disebut “jin.” Jin ini bisa berubah
bentuk menjadi apa saja.
Mereka hidup di alam yang sama dengan
manusia, meski berasal dari dimensi yang berbeda, sehingga manusia
umumnya jarang atau tidak pernah bertemu dengannya (kecuali dalam
situasi-situasi yang luar biasa).
Artinya, bisa dikatakan bahwa dengan
mengakui dan menerima keberadaan UFO, Alien, dan lain-lain itu, seorang
Muslim tidak perlu merasakan adanya pertentangan atau
kontradiksi, antara fakta adanya UFO/Alien itu dengan
keyakinan/kepercayaan agamanya. Tentu akan sulit halnya, jika ajaran
agama terang-terangan menolak adanya makhluk cerdas lain selain manusia.
Mereka ada, walau belum dapat dibuktikan
secara ilmu pengetahuan. Mengapa tak dapat dibuktikan? Karena Allah SWT
memberikan jarak yang begitu jauhnya diantara trilyunan bintang-bintang
dan dengan jarak milyaran tahun kecepatan cahaya, agar mereka tak dapat
saling bertemu atau berkomunikasi kecuali Allah SWT mengijinkan mereka.
Namun, ajaran Islam (sekali lagi, sejauh
pemahaman saya yang bukan ahli agama) juga menyatakan, “jin” dan
lain-lain itu termasuk hal ghoib. Artinya, hanya Allah SWT yang tahu.
Manusia bisa mengetahuinya, namun yang
bisa diketahui sangat terbatas. Jadi, tidak usah berambisi untuk tahu
sangat banyak tentang “jin” dan lain-lain itu. Kita memahami keberadaan
“jin” (atau UFO, Alien, dll) sebagai petunjuk kebesaran kekuasaan Tuhan
yang Maha Pencipta.
Dan seperti yang ada pada Al-Qur’an bahwa
smua makhluk termasuk jin, hewan, tumbuhan dan semua benda mulai dari
molekul hingga super bintang di seantero jagat raya baik yang bernyawa
ataupun tidak semuanya menyembah Allah SWT Sang Maha Segalanya, Sang
Pemilik Semuanya, mereka (semua benda tersebut) tunduk dan menyembahNya
dengan caranya masing-masing.
Maha Benar Allah, dengan segala FirmanNya.
Wasalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakattuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar